Kisah Pembentukan Tegal Arum: Dari Hutan Belantara Menjadi Desa yang Wangi
I. Perjalanan Menuju Harapan Baru (1977)
Kisah ini bermula dari sebuah program ambisius Presiden Soeharto pada tahun 1977, yaitu program Transmigrasi. Ribuan masyarakat dari Pulau Jawa, berbekal mimpi akan kehidupan yang lebih baik, mendaftar untuk mengadu nasib di tanah seberang.
Pada hari Kamis Pon, 24 Maret 1977, rombongan besar transmigran dari berbagai daerah, termasuk Pati, Jepara, Tegal, Kebumen, Klaten, dan Yogyakarta, memulai perjalanan panjang. Mereka naik bus ke Semarang, dilanjutkan dengan kereta api menuju Pelabuhan Tanjung Priuk Jakarta.
Dari sana, Kapal Vande Bori membawa mereka berlayar melintasi samudra, singgah di Teluk Bayur (Padang) dan Pelabuhan Panjang. Setelah menginap semalam di Padang, perjalanan dilanjutkan menggunakan bus, menembus pedalaman Sumatera hingga tiba di Rimbo Bujang.
Setelah ditampung beberapa waktu, akhirnya rombongan dijemput menggunakan mobil truk dan tiba di tujuan akhir, Unit Lima (5), pada Selasa Kliwon, 5 April 1977, pukul 3 sore. Mereka disambut oleh hamparan hutan belantara yang harus mereka taklukkan dan ubah menjadi pemukiman.
II. Musyawarah dan Nama yang Bermakna (1981)
Di tengah keterbatasan awal, para tokoh masyarakat Unit Lima berinisiatif menunjuk Soehadi sebagai Pejabat Sementara Kepala Desa. Segera setelahnya, mereka berkumpul dalam musyawarah penting untuk memberikan identitas resmi pada pemukiman baru ini.
Setelah melalui perdebatan yang panjang dan hangat, disepakatilah nama Tegal Arum.
"Tegal" berarti Hutan, merujuk pada kondisi wilayah yang saat itu masih berupa hutan belantara.
"Arum" berarti Wangi atau harum.
Nama ini menjadi harapan dan doa: agar sejarah perjuangan para transmigran ini kelak menjadi cerita yang harum (Arum) bagi anak cucu mereka, yang bermula dari usaha keras membabat hutan (Tegal).
Secara resmi, Unit Lima ditetapkan menjadi Desa Tegal Arum melalui musyawarah pada tahun 1981.
III. Tonggak Sejarah dan Masa Sulit
Meskipun baru berdiri, Desa Tegal Arum segera mencatat berbagai peristiwa penting:
|
Tahun |
Peristiwa Penting |
Detail |
|
1977 (16 Mei) |
Pendirian Sekolah Pertama |
Dibuka Sekolah Dasar 175
oleh pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan pendidikan yang
layak. |
|
1980 |
Proyek Pembangunan Ekonomi |
1. Masuknya proyek PT PIR (Perusahaan
Inti Rakyat) yang dikelola PTP 6, memperkenalkan program perkebunan Karet
untuk meningkatkan pendapatan warga. 2. Berdirinya Pasar Sabtu, pasar
desa pertama sebagai pusat niaga. 3. Desa pertama di Rimbo Bujang yang sukses
mengadakan Upacara Bendera HUT RI yang diikuti seluruh
masyarakat. |
|
1981 (11 Mei) |
Ulang Tahun Desa Pertama |
Diadakan acara Sedekah
Bumi (Ulang Tahun Desa) yang pertama, dimeriahkan dengan pagelaran wayang
kulit dengan dalang Serda Purnawirawan Suratman, mengambil lakon Babat
Alas Wono Marto (Membuka Hutan Wono Marto). |
|
1983 |
Pemilihan Kepala Desa Pertama |
Desa Tegal Arum menggelar
pemilihan Kepala Desa yang pertama melalui proses demokrasi, menandai
kematangan tata kelola pemerintahan desa. |
|
1985 |
Pembangunan Infrastruktur |
Berdirinya SMP Bakti
dan diresmikannya Masjid Pancasila yang megah, bantuan pemerintah yang
diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI, Suwarjono Surya Ningrat. |