Simbol Solidaritas! Gapura Megah Rejosari, Bukti Nyata Semangat Swadaya Murni Warga Tegal Arum
TEGAL ARUM, 26 November 2025 – Di tengah pesatnya pembangunan desa yang kerap mengandalkan alokasi dana pemerintah, Dusun Rejosari, yang merupakan bagian integral dari Desa Tegal Arum, muncul dengan kisah inspiratif tentang semangat gotong royong dan kemandirian. Sebuah gapura megah yang kini menjadi penanda utama masuknya dusun tersebut adalah buah murni dari inisiatif dan dana swadaya masyarakat.
Gapura yang berdiri kokoh di pintu masuk Rejosari ini mulai dibangun pada tahun 2020. Kepala Dusun Rejosari waktu itu, Sutrisno, memimpin inisiatif yang berhasil menyatukan sembilan Rukun Tetangga (RT), mulai dari RT 01 hingga RT 09, dalam satu tujuan bersama.
“Gapura ini bukan sekadar bangunan, melainkan simbol persatuan kami. Sejak awal, kami sepakat untuk mengumpulkan dana secara mandiri, tanpa mengandalkan APBDes. Ini murni dari keikhlasan dan keinginan warga untuk memiliki identitas yang membanggakan,” ujar Sutrisno saat diwawancarai.
Kemandirian dalam Pembangunan Identitas
Pembangunan yang serba swadaya ini menjadi contoh nyata bagaimana potensi internal masyarakat dapat menjadi kekuatan pembangunan yang luar biasa. Seluruh biaya, mulai dari pembelian material hingga upah kerja, ditanggung oleh kontribusi sukarela dari setiap kepala keluarga yang mendiami sembilan RT tersebut.
Proses pembangunan pada tahun 2020, meskipun diwarnai tantangan, berhasil diselesaikan berkat partisipasi aktif warga. Mereka tidak hanya menyumbangkan materi, tetapi juga tenaga.
Gapura Dusun Rejosari kini tak hanya berfungsi sebagai batas wilayah administratif, tetapi juga menjadi penanda kekuatan sosial yang dimiliki Desa Tegal Arum. Keberhasilannya membuktikan bahwa perencanaan dan realisasi proyek berskala sedang pun dapat dicapai jika semangat swadaya dan gotong royong tetap menjadi inti dari kehidupan bermasyarakat.
Gapura ini, yang didanai sepenuhnya oleh masyarakatnya sendiri, menjadi pengingat yang nyata bagi desa-desa lain bahwa kemandirian fiskal dan sosial adalah kunci utama dalam membangun identitas desa yang kuat dan berdaya saing.